Sedikitnya 16 rumah rusak berada di wilayah sedikitnya tiga RT yakni RT 18, 19 dan 22 di wilayah Desa Krebet Timur.
"Kejadiannya 30 menit dan merusak belasan rumah," terang Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Malang, Bagyo Setyono kepada wartawan di lokasi.
Ia menambahkan, hujan deras bersama ngin kencang itu juga membawa butiran es selama musibah berlangsung, banyak warga mendapatkan hujan es menimpa pemukiman mereka. "Ada hujan butiran es juga," imbuh dia.
Upaya evakuasi, kata Bagyo, terhadap belasan penghuni rumah yang terkena musibah, untuk sementara mereka tinggal di rumah warga yang selamat dari musibah.
"Yang rusak banyak di bagian atap rumah," ujar Bagyo.
Dalam musibah puting beliung ini belum ditemukan adanya korban meninggal, hanya saja kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Tumbangnya pohon Trembesi di jalan raya mengakibatkan akses jalan Desa Krebet yang menghubungkan antara Kabupaten Malang-Lumajang terputus.
Warga bersama dinas terkait berjibaku mengalihkan batang pohon ke luar jalan. Hingga pukul 18.00 WIB, evakuasi pohon telah selesai dilakukan, arus lalu lintas Malang-Lumajang kembali lancar.
Sebelumnya Badan Meterologi Klimatologi Geofisi Karangploso memprediksi adanya musibah angin putting beliung di wilayah Malang Raya atas adanya perubahan iklim dari kemarau ke penghujan.
(fat/fat)










































