"Angin kencang sekali dan hujan deras, sampai adik saya menangis ketakutan. Atap-atap terbang mas," ucap Mardiyanto, warga kelurahan Jamsaren Kota Kediri kepada detiksurabaya.com, Jumat (21/10/11).
Bahkan, sebuah baliho di kawasan Wisata Monumen Simpang Lima Gumul roboh hingga menutup jalan dari arah Pare menuju Kota Kediri. "Ini bahaya mas kalau tidak segera dipinggirkan, sayang petugas belum ada yang kesini, kalau tidak hati-hati bisa terjadi kecelakaan," kata Fajar, Warga Pare Kabupaten Kediri yang melintas di jalan Simpang Lima kepada detiksurabaya.com.
Sementara itu, hujan es terjadi di wilayah Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. warga mengaku mendengar suara keras di atap rumah yang terdengar seperti kerikil jatuh.
"Tadi hujan es mas, di atap rumah terdengar seperti suara kerikil ternyata butiran es sebesar biji jagung," ucap Agung warga desa Doko kepada wartawan.
Hujan es yang mengguyur wilayah Desa Doko tidak berlangsung lama, hanya sekitar satu menit. Sebelum turun hujan, mendung terlihat sangat tebal dan menghitam. Kemudian turun hujan es yang disertai dengan angin kencang.
(bdh/bdh)











































