Saat ditemukan, Nafi tergeletak mengenaskan dengan luka bacok di leher dan sekujur tubuh penuh luka tusukan. Beruntung polisi Purwakarta menemukan kartu identitas di kantong Nafi dan segera mengontak Khotimah, istrinya yang tinggal di Lamongan.
Sembari terisak, Husnul Hotimah (32), menuturkan jika sebelum meninggal suaminya pamit hendak ke Jakarta menemui pedagang besar hewan korban yang hendak dijual menjelang Idul Adha awal November mendatang.
"Saat pamit, suami saya mengatakan jika hendak berangkat ke Jakarta bersama orang yang baru dikenalnya. Suami saya mengatakan kalau orang yang mengaku berasal dari Papua itu adalah bekas sopirnya," tutur Husnul, Jumat (21/10/2011).
Namun betapa terkejutnya Husnul, ketika mendapat telepon dari polisi yang mengabarkan suaminya ditemukan meninggal di pinggir jalan. AKhirnya Husnul menjemput jenazah suaminya.
Didampingi adik iparnya Jamil, ibu 2 anak itu berangkat ke Purwakarta. Husnul akhirnya membawa jenazah suaminya ke Pamekasan. "Sebenarnya jenazah suami saya hendak diberangkatkan Kamis kemarin. Tapi polisi masih memerlukan pemeriksaan jenazah dan visum. AKhirnya tertunda hingga Jumat ini," imbuh Husnul.
Meski telah tiba di rumah duka, jenazah Nafi belum dimakamkan. "Nanti usai salat Jumat, jenazah kakak saya akan dimakamkan," ujar Jamil.
Menurut Jamil, pembunuhan atas kakaknya itu diduga keras bermotif persaingan dagang. Sebab mendiang Nafi dikenal sebagai pedagang kambing yang cukup sukses.
"Sekali angkut ke Jakarta, kakak saya bisa membawa seribu ekor kambing," kenang Jamil.
(bdh/bdh)











































