Kedua gedung itu diresmikan langsung oleh Megawati, Rabu (19/10/2011) pagi. Mantan Presiden RI kelima ini mengaku bangga nama dirinya dan orang tuanya dipercaya sebagai nama gedung di lingkungan kampus Islam.
Menurut dia, perjuangan meningkatkan mutu pendidikan di tanah air digagas oleh dia sejak lama merupakan sebuah kerja tak sia-sia.
"Ini kampus Islam nama saya ada di sini," kata Megawati dalam sambutannya sebelum meresmikan gedung berlantai tiga itu.
Mega mengungkapkan, adanya gedung ini bisa menjadi dukungan bagi kaum perempuan dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Semangat itu akan muncul dengan pemberian nama dirinya.
"Saya sebagai pejuang perempuan semoga bisa menjadi dukungan bagi kaum perempuan di sini," ungkap Mega disambut tepuk tangan mahasiswa.
Ia menambahkan, takdir sebagai perempuan bukan menjadi halangan untuk menempuh pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi. "Takdir memang menjadikan kita perempuan, tapi tak menghalangi semangat kita," imbuh dia.
Sementara Rektor UIN Maliki Imam Suprayogo, mengatakan, pemberian nama Megawati di gedung perkuliahannya bertujuan untuk mempelajari tauladan yang dilakukan oleh Mantan Presiden RI kelima itu.
"Pelajaran paling berharga bagi kami mengerti keteladanan Bu Mega," ucap Imam dalam sambutannya.
Bersamaan itu pula, diresmikan ruang lobi rektorat yang dinamakan Dr Ir Soekarno. Lagi-lagi Megawati tak putus mengucapkan terima kasih atas penghargaan nama keluarganya untuk gedung rektorat itu. "Selain saya, nama ayah saya juga diabadikan di sini. Kami ucapkan terima kasih," tutur Mega.
Gedung Megawati itu dijadikan sebagai ruang kuliah bagi Ilmu-Ilmu Sosial, yakni ilmu tarbiyah, ekonomi, syariah, dan psikologi. Selain nama Megawati gedung perkuliahan di UIN Maliki juga menyandang nama seluruh mantan Presiden Republik Indonesia yakni KH. Abdurrachman Wahid (Gus Dur), BJ. Habibie dan Soeharto.
Usai meresmikan kedua gedung itu Megawati meneruskan dengan memberikan kuliah tamu bertajuk Orasi Ilmiah Megawati Soekarno Putri di hadapan mahasiswa serta jajaran Muspida di Malang Raya.
(fat/fat)











































