Dua napi yang terluka yakni Aziz (48) dan Jumanto (45). Aziz menderita luka ringan sementara Jumanto menderita luka cukup parah di bagian wajah dan kepalanya.
Menurut pengakuan Jumanto, saat itu ia mencoba melerai Aziz yang dikeroyok oleh beberapa napi. Namun ia malah dikeroyok dan dipukuli hingga babak belur. Jumanto mengalami luka cukup parah di wajahnya. Kepalanya juga harus mendapatkan beberapa jahitan akibat pengroyokan tersebut.
"Waktu itu saya mencoba melerai Aziz yang dikeroyok, tapi saya malah dipukuli karena dipikir saya membela Aziz," kata Jumanto kepada detiksurabaya.com usai mendapatkan perawatan.
Sementara usai mendapatkan perawatan, korban lalu dibawa kembali ke Lapas dengan pengawalan ketat aparat kepolisian Polresta Pasuruan.
Sementara Kalapas Kelas II B Pasuruan Acep Fachrudin, mengatakan bahwa insiden tersebut dipicu kesalahan persepsi berkunjung. Beberapa napi merasa tidak berkenan karena waktu berkunjung 15 menit selama ini sering molor. Sedangkan banyak napi yang menganggap hal itu wajar-wajar saja. Akhirnya mereka terlibat bentrok.
"Ini hanya kesalahan persepsi. Aturannya memang 15 menit, tapi selama ini kan ada dispensasi. Nah, ada beberapa napi yang tidak berkenan dan ada kelompok napi yang tidak mempermasalahkannya," katanya saat dikonfirmasi.
Hal senada dikatakan Kapolresta Pasuruan AKBP Atih N Purwati. Menurutnya insiden tersebut hanya disebabkan salah paham. Pihaknya pun menjamin suasana di dalam Lapas usai insiden sudah aman. "Biasa lah di dalam pasti ada salah paham. Sekarang sudah
aman," katanya sambil menuju ke mobilnya.
(bdh/bdh)











































