Tenaga Kerja Medis Harus Punya Nilai Lebih

Tenaga Kerja Medis Harus Punya Nilai Lebih

- detikNews
Selasa, 18 Okt 2011 12:16 WIB
Malang - Pemerintah Jepang beberapa waktu lalu memberikan penghargaan dan mengakui kualitas maupun dedikasi perawat Indonesia. Pengakuan ini adalah buah dari kerja keras semua pihak yang berupaya terus meningkat kualitas perawat sesuai dengan standar kompetensi yang ada.

Hal ini disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam orasi ilmiah saat wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), Kepanjen, Malang, Selasa (18/10/2011).

"Tidak sekedar skill yang yang memadai tapi perawat kita memiliki nilai lebih yaitu dedikasi dan kepedulian pada sesama. Ini yang membuat masyarakat Jepang menilai tinggi para perawat kita. Alhamdulillah, Pemerintah Jepang terus membuka kesempatan yang luas pada calon-calon perawat asal Indonesia. Ini perkembangan yang menggembirakan," kata Menakertrans pada acara yang dihadiri pula oleh Bupati Malang Rendra Krisna.

Saat ini pemerintah terus mengurangi jumlah tenaga kerja informal dan menambah kuota penempatan tenaga kerja formal ke luar negeri dengan standar kualitas yang memadai. Salah satunya adalah peluang kerja untuk para perawat kesehatan yang terus meningkat permintaannya.

"Pesaing kita adalah Filipina, India dan Vietnam. Jangan khawatir, pemerintah melalui kementerian terkait seperti Kemenakertrans, Kemenkes dan Kemendiknas terus berusaha meningkatkan kualitas para lulusan akademis di bidang kesehatan. Negara-negara Asia Pasifik, Eropa, maupun Timur Tengah sangat membutuhkan tenaga perawat kita," ujar Muhaimin disambut applaus para wisudawan.

Sejak tahun 2008, Indonesia telah menempatkan tenaga perawat ke Jepang sebagai realisasi dari Program G to G dalam kerangka IJEPA (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement) dan terus bertambah setiap tahunnya. Selain itu, kerjasama bilateral dengan beberapa negara di Timur Tengah membuka peluang luas untuk tenaga medis terutama di Qatar, UEA dan Saudi Arabia.

"Saya berharap, kombinasi kompetensi dan nilai lebih tadi bisa menjadikan tenaga kerja kesehatan Indonesia, termasuk perawat dan bidan dapat menjadi core business jasa penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Target pemerintah bahwa 2014 jumlah tenaga kerja formal di luar negeri sebanding dengan tenaga kerja informal. Ini tantangan sekaligus peluang," harap pria yang kerap disapa Cak Imin ini.

(bdh/bdh)
Berita Terkait