Bahkan, murid-murid kelas 5 terpaksa mengungsi menjauh dari kelasnya, dan melaksanakan ujian di bawah pohon. Siswa juga terlihat meneteskan air mata akibat asap yang menyerang.
Dari pantauan detiksurabaya.com, asap memenuhi seluruh ruang kelas, bahkan abu pembakaran juga ikut masuk ke dalam ruang kelas.
"Saya tak kuat pak, mata perih, ini ujian di luar karena banyak asap di kelas," kata Putri Nadia, siswa kelas 5 SDN Kwadungan kepada detiksurabaya.com, Senin (17/10/2011).
Sementara Heini kepala sekolah SDN Kwadungan, mengaku tidak berani memulangkan anak-anak, karena sedang jadwal ujian mid semester.
"Kami masih menunggu dari pihak UPTD, bagaimana untuk jadwal ujian jam ke dua kami meunggu keputusan UPTD," ungkap Heini kepada detiksurabaya.com.
Sementara, Misbach, perangkat Desa Kwadungan mengatakan bahwa lahan tebu yang dibakar adalah milik PT Gudang Garam. "Informasi yang kita dapat, lahan tebu itu dikelola gudang garam untuk bahan caos rokok," ungkap Misbach.
Sementara itu Siswa SDN Kwadungan berjumlah 240 siswa kelas 1 sampai Kelas 6. Hari ini adalah hari pertama pelaksanaan ujian tengah semester yang dijadwalkan selama 4 hari hingga hari Kamis mendatang.
(bdh/bdh)










































