Dari pantauan detiksurabaya.com, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ini berawal saat Suhari (45), sedang bersantai di depan rumahnya. Seperti biasa, Suhadi melihat lalu lalang kendaraan yang padat pada hari Sabtu.
Tiba-tiba dari arah Surabaya, truk gandeng tangki bernopol AG 8440 US, yang dikendarai Adi Slamet Santoso menyeruduk trotoar jalan depan rumahnya. Sementara gandengan bagian belakang terpental dan terguling di pelataran rumah Suhadi.
"Kan jalan menikung dan agak miring, jadi saat itu saya kehilangan kendali karena muatannya sangat berat," kata sopir asal Desa Ngares Kecamatan/Kabupaten Trenggalek ini di lokasi, Sabtu (15/10/2011).
Akibat tergulingnya tangki gandengan ini, 5.000 liter minyak tumpah dan memenuhi pelataran warga. Bahkan, enam keluarga Suhadi yang saat itu sempat menghindar, namun terkena tumpahan minyak layaknya orang mandi.
"Minyake akeh mas, utah nang dalan-dalan, (Minyaknya banyak mas, tumpah di jalanan, red)," kata Suhadi sembari tubuhnya terlihat penuh dengan minyak goreng.
Dari pantauan detiksurabaya.com, akibat tumpahan ini, ratusan warga setempat langsung memadati lokasi kecelakaan. Dengan membawa ember dan wadah seadanya, warga mengais tumpahan minyak hingga mendapat puluhan liter per orang.
Saking banyaknya, warga tak memperdulikan kondisi jalan. Keasyikan mengais minyak hingga di badan jalan hingga membuat Jalan Raya Surabaya-Yogyakarta ini macet total selama sekitar 30 menit.
Kapolsek Trowulan, Kompol Putu Mataram mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyidikan terhadap sopir. Dugaan sementara, sopir mengantuk dan truk menabrak trotoar hingga terguling.
"Dugaannya mengantuk, saat terguling kondisi jalan sangat licin. Beberapa pengendara motor sempat terjatuh akibat terpereset," katanya.
(fat/fat)










































