Pemadaman Dari Udara Ditunda karena Terkendala Alat

Gunung Panderman Terbakar

Pemadaman Dari Udara Ditunda karena Terkendala Alat

- detikNews
Sabtu, 15 Okt 2011 17:40 WIB
Pemadaman Dari Udara Ditunda karena Terkendala Alat
Batu - Upaya pemadaman kebakaran Gunung Panderman dilakukan berbagai cara. Seperti penyekatan lahan yang belum terbakar dan pemadaman dari udara dengan membuat hujan buatan dibantu pesawat Hercules milik Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh.

Namun rencana pemadaman dari udara itu batal digelar karena terkendala alat, yakni kontainer penampung air.

"Pemadaman dari udara sementara ditunda, karena terkendala alat penampung air," kata Kolonel (penerbang) Novyanto Widadi kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Sabtu (15/10/2011).

Kepala Dinas Operasi Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh ini mengungkapkan, kontainer yang dimaksud adalah sebuah wadah atau tempat air yang terbuat dari foam. Pencarian kontainer itu perlu memakan waktu sehingga tak memungkinkan pemadaman segera dilakukan.

"Kami sendiri siap terbang, tapi kontainernya tak punya," ungkap dia.

Pihaknya sendiri telah diminta Pemerintah Kota Batu guna memberikan dukungan untuk memadamkan api yang menjalar di bagian lereng sebelah timur dan selatan gunung tersebut.

"Komunikasi dengan Pemkot Batu sudah, tapi tetap mencari kontainer dalam jumlah banyak perlu waktu," aku Novyanto.

Ia menaksir diperlukan sebanyak seribu kontainer untuk upaya pemadaman dari udara tersebut, satu kontainer dapat menampung lebih dari 500 liter air. "Ini seperti pengalaman kami, menangani kebakaran hutan," terang dia.

Lokasi titik api, lanjut dia, berada di curah lereng menjadi masalah besar, pemadaman tak dapat dilakukan sekali penerbangan, melainkan harus berulangkali hingga memastikan api benar-benar padam.

"Tak bisa sekali titik api lokasinya sangat sulit ditempuh dengan kontainer yang dijatuhkan dari atas pesawat," bebernya.

Ia menambahkan, lokasi titik api sendiri diketahui dari hasil pemotretan diatas gunung menggunakan pesawat terbang miliknya diatas ketinggian 8500 feet. Hasil pengamatan udara itu kini menjadi pembahasan khusus dalam merencanakan pemadaman melalui udara.

"Rencana telah matang tinggal menunggu kontainer," tegas dia.

Meski begitu, apabila diperlukan pihaknya siap menggelar pemadaman dari udara. Rencananya, pengamatan dari udara kembali dilakukan untuk mengetahui kondisi terakhir di Gunung Panderman oleh Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh. "Senin kita terbang lagi lakukan pantauan udara," ujar Novyanto.

(fat/fat)
Berita Terkait