Hal itu dikatakan Kepala Seksi Taman Hutan Rakyat (Tahura) Malang, Gatot Sundoro kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Sabtu (15/10/2011).
"Ini yang penting yang perlu saya sampaikan bahwa hutan sengaja dibakar oleh para pemburu yang tidak bertanggung jawab demi keuntungan sesaat," jelas Gatot.
Gatot menjelaskan, jika hutan habitat rusa di atas terbakar, maka rusa-rusa akan berlarian ke bawah dan memudahkan mereka untuk berburu.
"Ya jelas agar rusa turun dan mereka tidak susah-susah berburu," ungkapnya.
Diakui Gatot, selama ini pihaknya kesulitan mengawasi para pemburu. Selain karena jumlah petugas yang terbatas, para pemburu sepertinya tahu kapanpun pihaknya menggelar patroli.
"Saat kami bersama petugas dari kepolisian berpatroli, para pemburu menghilang, saat kami jeda mereka muncul. Seperti mereka sudah semua yang akan kita lakukan," tambah Gatot.
Wilayah Tahura Malang sendiri mencapai 1.400 hektar terbentang dari Malang-Pasuruan. Dengan tidak adanya polisi hutan dan sedikitnya petugas, menurut Gatot, para pemburu bisa berbuat seenaknya.
(fat/fat)










































