"Dia tewas saat perjalanan menuju rumah sakit. Dia di bagian penunggu air mesin pendingin baja," kata Dimas, Chief Scurity PT MJM kepada wartawan di lokasi, Sabtu (15/10/2011) siang.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, peristiwa naas ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban sedang melakukan aktivitas pengecoran baja di bagian penunggu air pendinginan mesin.
Saat sedang melakukan aktivitas, Riadi tiba-tiba tergeletak dan ditolong rekan-rekan kerjanya. Saat ditolong rekannya, Riadi masih terlihat kejang-kejang. Karena khawatir, beberapa rekannya langsung menghubungi pihak pabrik.
Beberapa saat kemudian, kondisi Riadi yang sangat kritis ini, dibawa ke RSI Sakinah sebelum akhirnya dirujuk ke RS Gatoel Kota Mojokerto. Karena kebutuhan visum di rumah sakit swasta tidak ada, jenazah Riadi akhirnya dibawa ke RSUD Dr Soekandar Mojosari.
Sementara pihak Kapolsek Bangsal, AKP Heri Siswanto saat dikonfirmasi mengatakan, dugaan sementara, korban tewas akibat tersengat aliran listrik saat berkerja. "Dugaanya kesetrum, tapi masih divisum," kata Heri melalui pesan singkat yang diterima detiksurabaya.com.
Sedangkan pihak manajemen pabrik saat dikonfirmasi wartawan, terlihat menutupi peristiwa ini. "Konfirmasi polisi saja. Pabrik masih aktivitas kerja," kata salah satu satpam dengan nada tinggi.
Menurut keluarga Riadi, dirinya bekerja di pabrik pengecoran baja ini masih 3 hari. Korban memiliki satu anak dan bekerja sebagai penjaga air untuk sirkulasi pendingin mesin cor baja.
(fat/fat)










































