Deteksi titik api tetap dilakukan untuk mengetahui luas areal yang terbakar dengan melibatkan pesawat tempur dari Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh.
"Kami minta bantuan pesawat TNI AU untuk potret areal yang terbakar dari udara," kata Walikota Batu Eddy Rumpoko kepada wartawan di Balaikota Batu Jalan Panglima Sudirman, Sabtu (15/10/2011).
Eddy mengaku, pemotretan dilakukan sebanyak dua kali. Pertama oleh pesawat Hercules dan pesawat dengan ukuran lebih kecil. "Dua kali dipotret dari udara," aku dia.
Ia menambahkan, observasi melalui pemotretan titik api itu bertujuan untuk memudahkan upaya pemadaman, kendati saat itu pola penyekatan merupakan cara tepat memotong rembetan kobaran api.
"Kalau difoto dari udara bisa jelas dimana titik yang terbakar," imbuh dia.
Meski demikian, lanjut dia, pihaknya belum menerima hasil pengamatan udara itu. Rencananya hasil pantauan udara akan ditindaklanjuti dengan mengupayakan hujan buatan.
"Rencana kita nanti membuat hujan buatan untuk memadamkan api," lanjut dia.
Ia sendiri belum mengetahui pasti penyebab kebakaran melanda pohon cemara, akasia, pinus, dan ilalang setinggi 2 meter itu. Karena tengah dalam penyelidikan dan lebih mementingkan upaya pemadaman. "Kami belum tahu penyebab pastinya," urai Eddy.
(fat/fat)











































