"Gerakan semacam ini merupakan kewajiban bagi kami sebagai seniman. Dana ini akan digunakan untuk membantu agar anak-anak agar tetap melanjutkan pendidikannya," kata Fadli kepada wartawan, Jumat (14/10/2011).
Fadli yang datang bersama LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengaku bahwa dana donasi tersebut didapatkan dari pada seniman. Penyerahan dana dilakukan di Sanggar Al Fat, sebuah sanggar tempat anak-anak korban lumpur Lapindo menyalurkan bakat seninya. Bantuan diserahkan secara simbolis ke M. Irsyad selaku pengelola sanggar.
"Anak-anak adalah generasi penerus masa depan karena itu tidak boleh putus sekolah. Saya berharap lembaga baik pemerintah maupun swasta juga bisa berempati terhadap nasib anak-anak korban lumpur," tambah Fadli yang mengenakan kaos hijau terbungkus kemeja bertuliskan Walhi.
Setelah menyerahkan bantuan, Fadli 'dipaksa' bernyanyi sekitar 60 anak Sanggar Al Fat. Dengan iringan gitar, vokalis Padi tersebut melantunkan lagu Arti Sahabat. Rupanya satu lagu tidak cukup, Fadli dipaksa kembali bernyanyi. Kali ini Fadli menyanyikan Insya Allah, sebuah lagu religi yang dia bawakan berkolaborasi dengan penyanyi Swedia berdarah Lebanon, Maher Zein.
Namun keceriaan tersebut harus berakhir karena waktu salat Jumat tiba. Seusai salat Jumat, Fadli menyempatkan diri melihat dari dekat tanggul lumpur Lapindo. Melihat semburan lumpur yang dibendung oleh tanggul, Fadli merasa iba.
"Saya terharu dan iba. Semoga kehidupan dan pendidikan anak-anak tidak terabaikan," tandas Fadli.
(iwd/fat)










































