Pada triwulan pertama tahun 2011, sebanyak 324 orang yang diopname, sementara pada triwulan kedua sebanyak 404 orang.
"Memang sudah ada 2 pasien yang meninggal saat menderita Difteri," kata dr Sonhaji kepada detiksurabaya.com, Jumat (14/10/2011)
Kasi Urusan Pelaporan pada Unit Rekam Medik ini mengakui bahwa jumlah penderita difteri memang meningkat. Hal itu disebabkan karena kondisi lingkungan dan pola makan yang tidak sehat. Selain karena penyakit tersebut mudah menular.
"Bila orang sudah menderita penyakit ini harus segera diisolasi, karena mudah sekali menular," jelasnya.
Karena itu, pihaknya mengisolasi kamar pasien difteri dan pasien laiannya.
Sonhaji kemudian merinci dalam klasifikasi usia penderita. Pada triwulan pertama, umur 0 - 28 hari sebanyak 9 orang, umur 28 hari - 1 tahun sebanyak 103 orang, umur 1 - 4 tahun sebanyak 104 orang, umur 5 - 14 tahun sebanyak 32 orang, umur 15 - 24 tahun sebanyak 7 orang dan sisanya di atas usia 25 tahun.
Sedangkan pada triwulan kedua, umur 0 -28 hari sebanyak 16 orang, umur 28 hari - 1 tahun sebanyak 110 orang, umur 1 - 4 tahun sebanyak 150 orang, umur 5 - 14 tahun sebanyak 23 orang, umur 15 - 24 tahun sebanyak 16 orang dan selebihnya di atas 25 tahun.
(fat/fat)











































