Percobaan bunuh diri itu sendiri terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Kamis (13/10/2011) dini hari. Akibat bakar diri itu, Misnari terluka bakar sekitar 30% di bagian punggung dan paha harus menjalani perawatan medis di RSU Pamekasan.
Keterangan yang dihimpun di lapangan, menyebutkan sebulan belakangan ini Misnari terlihat sering bertengkar dengan Kustiawati, istrinya yang dinikahinya 2 tahun lalu dan telah memberi 1 anak usia 15 bulan.
Pertengkaran itu mencapai puncaknya pada Rabu (12/10/2011) petang. Saat itu, Misnari mendamprat istrinya karena pergi sejak pagi dan menelantarkan anak balitanya.
Jawahir, saudara sepupu korban yang ditemui di depan Zal D RSU Pamekasan, mengatakan, dirinya sempat dicurhati Misnari tentang istrinya yang selingkuh dengan bekas pacarnya.
"Saat curhat itu, Misnari sempat mengancam akan bunuh diri ketimbang sakit hati melihat istrinya selingkuh dan kembali pada pelukan bekas pacarnya," jelas Jawahir, Kamis (13/10/2011).
Ancaman Misnari itu akhirnya terjadi. Misnari yang patah hati akhirnya melakukan percobaan bunuh diri. Setelah melihat istri dan anaknya tertidur. Misnari kemudian pindah kamar depan dan menyiram minyak tanah ke atas kasur yang ditidurinya lalu menyulut korek api.
"Beruntung, istrinya terbangun dan berteriak minta tolong. Misnari yang sekujur punggungnya terbakar langsung dilarikan ke rumah sakit," imbuh Jawahir.
Sayangnya, kata Jawahir, istri Misnari malah meninggalkan suaminya tergolek di rumah sakit tanpa perasaan. "Sejak Kamis pagi tadi hingga siang ini, istri Misnari sama sekali tak tampak berkunjung menengok suaminya," sesal Jawahir.
Agaknya Misnari harus pasrah tergolek menahan sakit akibat luka bakar di punggungnya. Dan, Misnari harus merelakan istrinya yang enggan merawatnya.
(fat/fat)











































