Tangan Manajer Produksi PG Meritjan Remuk Tergilas Mesin Konveyor

- detikNews
Rabu, 12 Okt 2011 17:42 WIB
Kediri - Peristiwa menggemparkan terjadi di pabrik gula (PG) Meritjan Kediri. Pasalnya, tangan kanan El Soni (43), manager produksi pabrik gula itu remuk akibat tergilas mesin konveyor.

Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, saat korban mencoba melakukan control terhadap hasil produksi gula yang keluar melalui konveyor. Namun tak diduga dia terpeleset dan akhirnya tangan kanannya tanpa sadar masuk dan terjepit ke dalam roda konveyor.

Proses evakuasi untuk mengeluarkan lengan kanan korban dari jepitan roda konveyor memakan waktu hingga 1,5 jam. Untuk menyelamatkan Sono, para karyawan membongkar paksa dan merusak konveyor dengan menggergajinya. Setelah berhasil dievakuasi, Soni segera dilarikan ke UGD RSUD Gambiran.

Beruntung korban memiliki fisik yang kuat hingga masih berhasil diselamatakan. Meskipun darahnya sudah banyak yang keluar, dan harus merelakan lengan kananya remuk dan tulangnya patah.

"Dia mengalami patah tulang di lengan kanan atas. Tapi kalau dilihat dari kondisi nadinya di pergelangan tangannya masih berdenyut. Sehingga apakah akan diamputasi atau tidak kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim ortopedi," kata dr Eka petugas RSUD Gambiran usai melakukan perawatan korban.

Semetara akibat insiden tersebut, proses produksi di bagian akhir, sempat terhenti sekitar 3 jam akibat evakuasi korban yang terjepit konveyor selain proses pembenahan yang perlu dilakuan.

Terpisah, Administratur PG Meritjan, Yadi Yusriadi menyatakan bahwa kejadian itu sebenarnya bisa dibilang bukan kecelakaan kerja, namun itu karena terlalu bersemangatnya korban saat bekerja.

"Sebenarnya dia itu bukan pekera, karena dia itu adalah manager produksi, yang saat itu sedang melihat gula yang dihasilkan. Dan kami rasa pengamanan pada konveyor itu sudah ada. Karena kami juga sudah memasang pagar di sekelilingnya. Tapi mungkin itu karena dia terlalu bersemangat untuk mengecek hasil gula. Tapi bukan kami berarti
menyalahkan dia karena tidak menjalankan SOP." ungkap Yadi.

(bdh/bdh)