Sejumlah pemilik kios mengaku tidak ada yang tahu dengan kebakaran itu. "Tiba-tiba api membesar dari kios di bawah dan sangat cepat melebar," kata Jumaiyah.
Satu unit mobil PMK yang diterjunkan ke lokasi tak mampu memadamkan api. Bangunan warung yang terbuat dari kayu tersebut akhirnya ludes terbakar habis.
Beberapa petugas Polsek Pacet langsung mendatangi lokasi dan memasang police line. Meski begitu, wisata pemandian air panas tetap dibuka. Namun, para wisatawan tak bisa membeli oleh-oleh di lapak pedagan ini lagi karena rata dengan tanah.
Dari pantauan detiksurabaya.com, akibat kebakaran itu seluruh jalur di dalam kawasan wisata rata dengan tanah. Sejumlah pemilik warung mengais sisa kebakaran.
(fat/fat)










































