"Lahan pembebasan sudah mencapai 95 persen. Bahkan, kita sudah membangun 7 jembatan yang menghubungkan Sidoarjo dan Gresik," kata Wahyu Perunama, Manajer Proyek Tol Sumo dari PT Wijaya Karya saat ditemui wartawan di kantornya, kawasan Rolak Telu, Selasa (11/10/2011).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tak hanya 7 jembatan dan pembebasan lahan yang mencapai 95 persen itu saja. Dua tiang pancang di Desa Canggu dan Ngabar yang masuk wilayah Kecamatan Jetis juga telah dipasang.
Ke-7 jembatan yang sudah dibangun adalah jembatan anak Sungai Brantas yang menghubungkan Sidoarjo dan Mojokerto di Desa Mlirip, Kali Pagerluyung, jembatan Enterchange yang menghubungkan Sumo dan Moker (Mojokerto-Kertosono), Sungai Marmoyo.
Sementara jembatan yang melintasi jalan raya adalah Jembatan Parengan, Jembatan Sidorejo Jetis dan Jembatan Sidoduwe yang menghubungkan Gresik-Mojokerto yang sudah pasang balok dan tiang pancang.
"Untuk wilayah Gresik, baru 20 persen dikerjakan. Sebab, tol di Gresik panjangnya 10 Km. Sementara yang menghubungkan ke Tarik, Sidoarjo hanya 300 meter saja," katanya.
Selain itu, saluran irigasi dan akses antar pedesaan juga telah mulai dibangun mulai Desa Penompo hingga Desa Ngabar.
"Untuk irigasi, difokuskan wilayah Desa Mojolebak dan Parengan. Sebab rawan banjir saat musim hujan. Dan semuanya sudah dikoordinasikan dengan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT)," tandasnya.
Sementara itu, investor proyek jalan tol ini, PT MNA (Marga Nujyasumo Agung) juga telah siap mengenai semua dana yang dibutuhkan. "Kita sebagai investor siap mendanai semua kegiatan, terutama pembebasan lahan," tambah Irawan Setiawan, pengawas proyek PT MNA.
(fat/fat)











































