"Iya jumlah meningkat 2 kali lipat dari sebelumnya. Dengan begitu bisa dikategorikan KLB," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Enni Sekarengganingati kepada wartawan di Balaikota Malang Jalan Tugu, Selasa (11/10/2011).
Enni mengungkapkan, jenis penyakit disebabkan bakteri Cornyebacterium diphteriae itu menular melalui kontak langsung, bisa dari batuk lendir atau komunikasi jarak dekat dengan penderita. Karena itu, usia dini atau anak-anak sangat rentan tertular.
"Anak-anak sangat mudah tertular, makanya perlu imunisasi lengkap sebagai pencegahan," jelas dia.
Ia menambahkan, difteri bisa mengakibatkan kerusakan pada otot jantung dan saraf dan selaput lendir pada saluran nafas karena menyerang bagian atas saluran pernafasan. "Penularan terbanyak karena kontak langsung," beber dia.
Pihaknya telah mengimbau kepada seluruh petugas medis siaga setelah difteri dinyatakan KLB, apabila ditemukan penderita agar langsung menelusuri proses penularan.
"Data kita miliki dari laporan puskesmas, penderita masih kita telusuri," aku Enni.
(fat/fat)










































