Dikeroyok Teman Sebaya, Pelajar SD Sekarat

Dikeroyok Teman Sebaya, Pelajar SD Sekarat

- detikNews
Selasa, 11 Okt 2011 14:13 WIB
Dikeroyok Teman Sebaya, Pelajar SD Sekarat
Situbondo - Seorang pelajar sekolah dasar (SD) kelas IV di Situbondo, mengalami cedera serius setelah dikeroyok lima teman sebayanya. Saat ini, korban bernama Maulana Jakfar (11), sedang mendapatkan penangan medis di RSU dr Abdoer Rahem, Situbondo.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, kejadian pengeroyokan itu terjadi pada, Senin (11/10/2011). Kondisi Maulana masih sangat lemah, selang infus juga masih tertanam di lengan kanannya, untuk bernafaspun bocah itu harus dibantu oleh selang oksigen.

"Ya itu mas, ini masih sesak, lehernya juga memar," ujar Subairi, ayah korban pengeroyokan, kepada detiksurabaya.com.

Pelajar dari SDN 4 Jangkar itu mengaku dikeroyok oleh teman sebayanya yang berasal dari lain sekolah. Korban mengaku dipukul menggunakan batu bata pada sejumlah bagian tubuhnya.

Aksi pengeroyokan dialami korban saat jam istirahat sekolah, kala itu Mulana bersama kedua temannya sedang bermain di pinggir sungai, tiba-tiba dirinya didatangi oleh para pelaku.

Dua temannya kabur, sementara Maulana tidak sempat melarikan diri dan langsung menjadi bulan-bulan para bocah tersebut. "Yang saya tahu mereka (para pelaku, red) bersekolah di SDN I Jangkar," tutur Maulana dengan nada lirih.

Sementara, orangtua Maulana mengaku belum memiliki rencana, untuk menyelesaikan kasus kekerasan yang dialami anaknya tersebut. "Belum memikirkan akan melakukan langkah apa mas, saya masih konsentrasi dengan kesembuhan anak saya," jelas Subairi.

Kepala Sekolah SDN I Jangkar, Slamet membantah jika ada aksi pengeroyokan yang dilakukan anak didiknya. Slamet mengaku sudah melakukan interogasi kepada anak didiknya yang diketahui dituduh melakukan pengeroyokan. Dirinya menerangkan, jika sakit yang dialami Maulana hanya terjatuh dari sepeda, dan salah satu pelajar yang disebut-sebut mengeroyok sebenarnya menolong korban.

Slamet justru memberikan penjelasan yang kurang masuk akal. Hanya lantaran kejadian itu berada di sungai, Slamet justru memiliki pemikiran lain, jika Maulana sakit lantaran kesurupan. "Kan di sungai itu terkenal banyak penunggunya pak, ya kemungkinan kesurapan atau apalah namanya itu," tegasnya saat dihubungi.

Slamet mengaku pasrah dengan upaya yang akan diambil keluarga Maulana. "Ya kami sudah memberikan penjelasan, kalau keluarga mungkin tidak terima, ya saya serahkan saja kepada yang berwenang," sambung Slamet lagi.

(bdh/bdh)
Berita Terkait