Adir Ipar korban, Hosen mengatakan, proyektil bersarang di bagian kepala belakang. "Batok kepala pecah. Luka bulat 10cmx15 cm," terang Hosen yang menyaksikan proses visum di Kamar Mayat RSD dr Moh Anwar, Sumenep, Jalan dr Cipto.
Dia meyakini jika proyektil tersebut berasal dari senjata polisi. Pihaknya akan menuntut polisi, sebab saat kejadian masih kondisi ramai dan aktivitas masuarakat kota padat.
"Tindak polisi itu salah. Ini perlu diusut tuntas," tegasnya.
Di rumah duka, Jalan Pahlawan Pamolokan para sanak keluarga, kerabat dan tetangga korban berkumpul. Rencananya, pukul 10.00 WIB akan dibawa ke Masjid Agung untuk disalatkan. Usai salat Jumat akan dikebumikan di Asta Tinggi (pemakaman raja-raja Sumenep).
Hingga saat ini, polisi belum merilis kejadian tersebut. "Masih menunggu tim polda," kata Kapolres Sumenep, AKBP Susanto dalan pesan singkatnya yang dikirim kepada wartawan.
Sebelumnya diberitakan Wakil Ketua Partai Golkar Sumenep RB Moh Ridwan (37) saat antre jamu meninggal dunia setelah terkena tembakan. Warga Pamolokan tersebut diduga menjadi korban peluru nyasar saat ada penyergapan pelaku pencurian sepeda motor di Taman Bunga (TB), Jalan Trunojoyo, pukul 21.45 WIb, Kamis (6/10/2011).
(fat/fat)










































