Pria yang sehari-hari menjadi Takmir Masjid Agung Kota Sumenep itu mengalami luka di kepala bagian kanan.
Saksi mata, Masrul Hanafi (28) warga Kolor, Kota Sumenep, mengatakan, korban mendadak terjatuh dari kursi ketika antre jamu di kios jamu miliknya, Jalan Trunojoyo.
"Sebelum korban jatuh sempat terdengar bunyi cukup keras mirip petasan dari arah selatan atau depan TB," kata Masrul kepada wartawan di Jalan Trunojoyo, Jumat (7/10/2011) dini hari.
Saat pertama kali ditolong, kata dia, terdapat luka di bagian kepala kanan. Saat kejadian ada 5 orang yang hendak membeli jamu. Korban bersama temannya antre.
Korban pun ditolong oleh warga dan dibawa ke Rumah Sakit Daerah dr Moh Anwar dengan menggunakan pick-up warga.
Kakak korban, Yayang (30) warga setempat menduga korban tewas karena peluru kepolisian. "Ini perbuatan polisi,Pak! Ada peluru di kepalanya," tegas Yayang sambil berteriak-teriak di kamar mayat RSD dr Moh Anwar Sumenep, Jalan dr Cipto.
Informasi yang dihimpun, saat politisi Golkar tertembak tersebut, polisi juga menembak Ahmad yang hendak mencuri sepeda motor di TB. Ahmad beroperasi bersama Agus Hariyanto dan Yetno. Namun Yetno berhasil kabur.
Sedangkan Agus Hariyanto yang tertangkap mengaku hanya diajak pelaku ke TB.
"Saya tidak tahu pak kalau mau mencuri. Saya hanya diajak ke TB, ternyata di kejar polisi dan ada bunyi tembakan," katanya di RSUD dr Moh Anwar. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan resmi dari kepolisian.
(gik/gik)










































