Terbakarnya rumah milik pasangan Uripah (38) dan Sonhaji (40) pertama kali diketahui oleh Suwoto, tetangganya. Saat kondisi rumah sepi ditinggal kerja, tiba-tiba api membesar dari arah dapur.
"Saya saat itu sedang garap sepatu. Tiba-tiba ada ledakan dari arah dapur Uripah, saya tengok api sudah membesar," kata Suwito kepada detiksurabaya.com di lokasi, Rabu (5/10/2011).
Dari pantauan detiksurabaya.com, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB ini, menghanguskan seisi rumah milik penjual jamu gendong ini. Bahkan, sebuah motor yang diparkir di ruang tamu, juga ludes terbakar tinggal rangka.
Bahkan, saat Uripah pulang berjualan mengetahui rumahnya ludes, sontak menangis histeris dan harus dievakuasi ke rumah tetangganya. Uripah mengalami kejang-kejang hingga mulutnya terus menggigit dan terpaksa dijengkal sendok.
Hal serupa juga dialami Sonhaji. Sepulang dari kerja sebagai tukang service elektronik keliling ini langsung shock dan hanya bisa tergolek lemas. "Ya Allah, omahku kok kobong ludes (Ya Allah, rumahku kok ludes terbakar, red)," katanya sembari memegang keningnya.
Meski satu unim mobil PMK milik Pemkab Mojokerto yang datang ke lokasi untuk memadamkan api, namun si jago merah ini dengan cepat melalap bangunan yang berbahan tembok bambu dan bata ini.
"Dugaan sementara, saat memasak, pemilik rumah lupa mematikan kompornya. Sehingga mengenai tabung elpiji dan meledak," kata Kapolsek Sooko, AKP Sri Witono di lokasi.
Sri menambahkan, di dalam rumah ini, terdapat lima tabung elpiji. Namun, yang meledak hanya satu tabung. Hingga saat ini, petugas PMK masih berada di lokasi untuk memadamkan puing-puing bangunan yang masih mengeluarkan asap.
(fat/fat)










































