38 Desa di Pasuruan Alami Krisis Air

38 Desa di Pasuruan Alami Krisis Air

- detikNews
Selasa, 04 Okt 2011 15:45 WIB
38 Desa di Pasuruan Alami Krisis Air
Pasuruan - Sebanyak 38 desa di 10 kecamatan wilayah Kabupaten Pasuruan mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Warga harus mengantre selama 20 hari hingga sebulan untuk mendapatkan air bersih.

"Ada 38 desa yang tersebar di 10 kecamatan yang mengalami krisis air bersih," kata Yudha Triwidya Sasongko, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Kabupaten Pasuruan kepada detiksurabaya.com saat menyalurkan air bersih di Desa Jladri Kecamatan Lumbang, Selasa (4/10/2011).

Ia mengakui ada beberapa desa yang warganya sampai mengantri satu bulan untuk mendapatkan air bersih.

"Ada beberapa desa terparah yang mengalami krisis air, seperti Desa Karang Jati (Kecamatan Lumbang)," katanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jatim akan menyalurkan dua tangki air bersih ke 38 desa tersebut.

"Mulai hari ini hingga 30 hari ke depan setiap desa akan mendapatkan dua tangki air bersih per hari. Sehingga warga tidak lagi kesulitan air bersih selama musim kemarau ini," jelas Yudha.

Krisis air bersih di Kabupaten Pasuruan sudah berlangsung sejak sebulan lalu. Kondisi itu diperkirahkan akan berlangsung hingga 30 hari ke depan.

"Sejak sebulan lalu dan kemungkinan akan berlanjut hingga sebulan ke depan," kata Mujiono, Camat Lumbang.

Dengan adanya program pemberian air bersih gratis dari pemerintah, ia berharap warga terbantu hingga tidak mengalami kesulitan air. Misnati (32), warga Desa Jladri mengaku sangat senang dengan suplai air tersebut. Ia mengaku sebelum ini, ia hanya mendapatkan air bersih 6 hari sekali.

"Itupun hanya satu tak banyak," katanya.

Data data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Pasuruan, 10 Kecamatan yang mengalami krisis air yakni Lumbang, Paserpan, Lekok, Nguling, Rejoso, Kejayan, Winongan, Puspo dan Gempol.

Tingkat kekeringan terparah berada di Kecamatan Lumbang. Dari 12 Desa di kecamatan yang terletak di wilayah timur Pasuruan itu, 11 desa diantaranya mengalami krisis air.

(fat/fat)
Berita Terkait