"Api mulai jam 11.00 WIB siang tadi. Warga sini saat salat Jumat belum selesai terpaksa bubar," kata Arifin (45), warga Tegalsari di lokasi, Jumat (30/9/2011).
Dari pantauan detiksurabaya.com, serbuk kayu yang jumlahnya ribuan ton ini, terbakar habis. Api yang datangnya dari arah kebun tebu langsung melalap tumpukan sebuk kayu.
Bahkan, saat warga Tegalsari melakukan salat Jumat di masjid setempat, harus membubarkan diri sebelum usai salat karena asap pekat dari gunungan serbuk kayu.
Selang beberapa saat, tiga unit mobil PMK datang ke lokasi kewalahan memadamkan si jago merah yang semakin membesar dan terus mengepulkan asap pekat.
"Bahan yang terbakar memang sulit dipadamkan. Sebab, sebuk kayu yang menggunung ini terbakar hingga dalamnya," kata Sungkono, petugas PMK Kabupaten Mojokerto kepada detiksurabaya.com.
Hingga pukul 14.00 WIB, api yang semakin membesar belum bisa dipadamkan. Dikhawatirkan, api ini akan membakar pemukiman padat penduduk yang tak jauh dari lokasi.
"Kita juga meminta warga agar waspada jika api menjalar ke perkampungan. Sebab, api yang membakar serbuk kayu ini sulit dipadamkan," kata Kapolsek Mojoanyar, AKP Subianto.
(fat/fat)










































