Pasca Bom Solo, Umat Kristiani Pacitan Tetap Tenang

Pasca Bom Solo, Umat Kristiani Pacitan Tetap Tenang

- detikNews
Senin, 26 Sep 2011 15:10 WIB
Pacitan - Aksi bom bunuh diri di GBIS Kepunton, Solo, Jawa Tengah, tidak membuat umat kristiani di Pacitan cemas. Aktivitas peribadatan mereka baik di rumah maupun di gereja tetap berlangsung lancar.

"Kaget sih pasti, tapi kalau khawatir enggak. Karena soal hidup mati urusan yang di atas," ujar Setiawan, seorang jemaat Gereja Elim di Indonesia, Arjowinangun, saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Senin (26/9/2011) siang.

Pria pemilik toko jamu tersebut menilai, aksi yang dilancarkan pelaku teror tidak mewakili keyakinan tertentu. Sebab, tidak ada satu pun agama di dunia yang membenarkan tindak terorisme.

"Saya prihatin saja, kenapa kejadian seperti itu masih ada," sesalnya.

Hal senada diungkapkan Chrismilia Natalia. Pemilik hotel dan restoran di Jalan Ahmad Yani ini mengakui, meski sempat terkejut dengan aksi Bom Solo, namun prosesi di Gereja Katholik Franciscus Xaferius tempatnya beribadah tetap berlangsung seperti biasa.

Terkait upaya polisi melakukan pengamanan pada sejumlah gereja di Kampung Halaman SBY, perempuan yang akrab disapa Nonik ini sangat mengapresiasinya. Dia pun berharap, aparat penegak hukum bisa secepatnya membongkar kasus bom di GBIS Solo.

"Soal itu kita serahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan," tandasnya.

Sementara untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya teroris ke Kota 1001 Goa, Polres Pacitan kembali menggelar operasi. Kali ini bertempat di Pertigaan Bulu, Kecamatan Pringkuku. Lokasi ini merupakan salah satu pintu masuk menuju Pacitan dari Jawa Tengah maupun DIY.

(fat/fat)
Berita Terkait