Pengamatan detiksurabaya.com menunjukkan sejumlah anggota polisi mulai dari Samapta hingga Intel dan Reskrim langsung disiagakan di sejumlah Gereja yang ada di wilayah Lamongan.
Seperti Gereja katolik Santo Fransiscus Xaverius yang ada di Jalan Ki Sarmidi Mangun Sarko misalnya. Tampak sejumlah polisi berseragam dinas maupun tidak langsung menjaga di depan gereja yang sudah ditutup usai melakukan ibadah pada Minggu paginya.
Demikian pula dengan Gereja Jawi Wetan yang terletak dijalan Dr Wahidin kecamatan Kota juga mendapat pengaman ketat. Sedangkan gereja-gereja lainnya yang ada di dalam kota Lamongan juga tidak luput dari penjagaan kepolisian.
Wakapolres Lamongan, Kompol Tony Sugiarto yang dihubungi wartawan membenarkan diberlakukannya pengawasan khusus pada tempat-tempat peribadatan umat kristiani tersebut.
"Kita tempatkan satuan gabungan, baik dari Intel, reskrim, Samapta dan satuan-satuan lain untuk melakukan pengamanan di sejumlah gereja di Lamongan” Ungkap Tony.
Pengamanan pihak kepolisian terhadap tempat-tempat peribadatan tersebut, terang Tony, dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa di Solo tidak terjadi di Lamongan.
"Ya kita berupaya secara preventif untuk lakukan pencegahan agar tidak terjadi di Lamongan yang sudah kondusif ini," ungkap Tony.
Disinggung soal sampai kapan pengamanan tersebut dilakukan, pria berpangkat melati satu ini mengaku belum bisa memastikan akhir dari pengamanan.
"Kita berharap partisipasi penuh dari masyarakat untuk ikut serta berperan aktif membantu melakukan pengamanan pada lingkungannya masing-masing," tandasnya.
(fat/fat)