Ahmad Supandi, Wilayah Kerja (Wilker) Adpel Raas, Kabupaten Sumenep mengatakan, lokasi kejadian perahu tenggelam tersebut tergolong wilayah laut yang rawan kecelakaan. Sebab, diantara dua pulau tersebut tidak ada pelindung pulau lain.
"Ombak ekstrim saat ini mencapai 3 meter. Itu bisa datang tiba-tiba, karena memang rawan dan tidak ada pulau pelindung," jelas Supandi dihubungi detiksurabaya.com via telepon selulernya, Sabtu (24/9/2011).
Warga setempat kata dia, sebenarnya sudah tahu jika diantara dua pulau itu rawan untuk dilalui. Namun, selalu ada warga yang memaksa melewati untuk mengambil jalur pintas. "Saat ini, cuaca sangat buruk," tegasnya.
Cuaca buruk tidak membuat warga korban dan aparat kepolisian setempat menghentikan pencarian. Mereka terus melakukan penyisiran di pesisir dua pulau tersebut.
Seperti diberitakan, perahu milik Heriyansah warga Pulau Goa-Goa yang diperkirakan berpenumpang 40 orang tenggelam diantara perairan Pulau Goa-Goa dan Pulau Tonduk. Seluruh korban merupakan rombongan usai menghadiri pesta pernikahan kerabatnya di Pulau Tonduk, Raas.
(bdh/bdh)











































