Kelangkaan Air Bersih Rambah Kota Pacitan

Kelangkaan Air Bersih Rambah Kota Pacitan

- detikNews
Sabtu, 24 Sep 2011 15:05 WIB
Pacitan - Kekeringan yang terjadi di Pacitan sepanjang kemarau tahun ini terus meluas. Bukan hanya melanda 3 kecamatan di wilayah barat, yakni Pringkuku, Punung dan Donorojo namun krisis air bersih juga mengancam wilayah timur seperti Ngadirojo, Sudimoro dan Tulakan. Bahkan, di sejumlah titik di Kecamatan Kota pun dampak kekeringan mulai terasa.

"Air sumur sudah banyak berkurang. Kadang-kadang untuk mandi terpaksa numpang ke tempat tetangga," ujar Nuryati, warga Desa semanten kepada wartawan, Sabtu (24/9/2011).

Memang, kata Nuryati, sejak beberapa tahun terakhir, tiap kemarau panjang warga di daerahnya selalu dihadapkan persoalan krisis air bersih. Terlebih, semakin banyaknya pembuatan sumur bor yang digunakan untuk mengairi tanaman di sawah. Hal itu diduga menjadi penyebab air tanah di sumur warga ikut tersedot.

Hal serupa dialami puluhan keluarga di Dusun Tawang, Desa Nanggungan. Pemukiman padat penduduk yang berada di tepi Sungai Grindulu ini juga merasakan dampak langsung kelangkaan air. Sumur gali yang biasanya menyediakan air melimpah, sebagian sudah kering kerontang.

Sebagai antisipasi, warga menambah kedalaman sumur dengan cara dibor. Memang, kata Rubi, salah seorang warga, cara tersebut cukup membantu. Artinya, permukaan air yang menurun dapat dijangkau dengan ujung pipa. Hanya saja, lanjut dia, biaya yang dibutuhkan tidak sedikit.

"Biaya ngebornya saja sudah ratusan ribu, belum lagi nambah pipa dan lain sebagainya," keluhnya.

Dikonfirmasi, Kabag Humas Pemkab Pacitan, Hariyo Jumanto tidak menampik adanya sejumlah daerah yang mulai mengalami kelangkaan air bersih. Untuk itu, pihaknya tidak tinggal diam. Sejumlah upaya dilakukan untuk meringankan beban warga yang diterpa kekeringan. Antara lain dengan dropping air bersih.

Memang, lanjut pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah itu, pengiriman air dengan tangki belum sepenuhnya merata bagi yang membutuhkan. Ini karena keterbatasan kemampuan pemkab, baik dari sisi armada maupun pendanaan. Dia pun mengapresiasi inisiatif sejumlah pihak yang ikut memberikan bantuan.

"Tiap hari kita selalu ada dropping. Belum lagi beberapa elemen masyarakat juga ikut menyumbangkan air. Dan tentunya Bapak Bupati tidak henti-hentinya mengupayakan bantuan, baik ke provinsi maupun pusat," paparnya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait