Insiden kebakaran ini diungkapkan aktivis Laskar Hijau Aak Abdullah Al Kudus yang selama ini konsen dengan upaya konservasi di lereng gunung yang terletak di wilayah Kecamatan Klakah, Lumajang.
Menurut Aak Abdullah Al Kudus ketika dikonfirmasi detiksurabaya.com, Sabtu (24/9/2011) mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi di 6 titik kebakaran dan terjadi sejak Jumat (23/9/2011). Dari 6 titik lereng yang terbakar, 3 titik diantaranya berada di sekitar ketinggian 700 mdpl di sisi barat laut.
"Penyebabnya belum diketahui secara pasti, karena medannya yang sulit dijangkau. Namun, kebakaran ini dimungkinkan terjadi karena faktor alam yang disebabkan kondisi kemarau yang sangat kering seperti sekarang ini. Areal padang savana di Gunung Lemongan jadi rentan kebakaran," kata Aak.
Sedangkan, 3 titik kebakaran lainnya, dari pantauan Aktivis Laskar Hijau ini, terdapat pada sisi barat dan selatan sekitar kaki Gunung Lemongan. Di 3 titik ini, kebakaran merambat sampai pada ketinggian sekitar 450 mdpl.
"Untuk 3 titik di sisi barat dan selatan, disebabkan adanya beberapa oknum warga masyarakat sekitar yang melakukan pembukaan lahan pertanian di kawasan hutan dengan cara membakar. Akibatnya api merembet sampai ke kawasan konservasi di Gunung Lemongan," beber Aak Abdullah lagi.
Kebakaran ini menurut Aak merupakan kali ketiga yang terjadi dalam rentang beberapa bulan terakhir. Dan, kebakaran ini menurutnya, merupakan insiden yang terbesar di Gunung Lemongan dalam kurun waktu musim kemarau sekarang ini.
"Sebab, kebakaran terakhir ini terjadi di enam titik sekaligus. Memang mayoritas yang terbakar adalah padang savana dan semak-belukar yang belum ditanami oleh Laskar Hijau. Namun, jika kejadian seperti ini dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada areal konservasi yang selama ini digarap oleh para relawan Laskar Hijau," jelas Aak.
Untuk kerugian akibat peristiwa kebakaran ini, para Aktivis Laskar Hijau tidak bisa menghitung secara pasti luasan areal yang terbakar. "Karena, lokasi titik yang terbakat sulit dijangkau. Namun, kami memperkirakan mencapai di atas luasan 100 hektar," urainya.
Insiden kebakaran tersebut, sejauh ini juga masih ditelusuri oleh Tim Investigasi Laskar Hijau. Dari penelusuran awal, para aktivis yang tergabung dalam Tim Investigasi di lapangan, mendapatkan temuan banyaknya jejak satwa liar yang turun melalui jalur pendakian.
"Yang nampak jelas adalah jejak Harimau dan diperkirakan jenis Panthera Pardus dan kijang. Kemungkinan besar, satwa-satwa ini lari menghindari kobaran api yang menghanguskan areal yang menjadi lokasi mereka tinggal. Yang dikhawatirkan adalah, jika satwa-satwa ini kemudian lari ke pemukiman warga dan kemudian dibunuh dan diburu. Tentunya, hal ini akan menyebabkan kepunahan satwa-satwa yang dilindungi tersebut punah," pungkas Aak Abdullah Al Kudus.
(bdh/bdh)










































