Menurut eksponen KALAB, penerapan kapitalis global berdampak makin menggelembungnya hutan luar negeri yang kini mencapai Rp 1.667 triliun atau 2 kalinya nilai APBN RI.
"Boediono merupakan antek kapitalis global yang meluluhlantakkan perekonomian rakyat. Stop dan larang Boediono berkunjung ke Madura," kata Wahyu Garuda, saat orasi di kawasan Taman Monumen Arek Lancor, Jumat (23/9/2011).
Menurut Wahyu, aksi demo itu merupakan ekspresi warga Madura, khususnya Pamekasan yang menolak kedatangan Wapres Boediono, yang sedianya berkunjung ke Kota Sumenep, Jumat (23/9/2011) ini.
"Meski akhrinya Boediono urung ke Sumenep dan diwakilkan kepada Gubernur Jatim, kami tetap menggelar aksi demo yang juga dilakukan kawan-kawan di Bangkalan, Sampang dan Sumenep," kata Wahyu.
(fat/fat)










































