Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, saat itu korban warga Desa Kembangan Kecamatan Sekaran, akan menyeberang rel untuk menemui seorang sahabatnya di Desa/Kecamatan Pucuk.
Diduga saat itu korban tidak mengetahui jika ada KA Argo Bromo yang lewat, sehingga korban langsung menyeberang tanpa melihat kanan kiri. Salah seorang saksi mata, Imron mengatakan, sesaat sebelum kejadian dilihat korban sedang menyeberang dan tanpa melihat kiri kanan.
"Sementara dari arah barat meluncur kereta api yang langsung menghantam korban dan korban terpental," ujar Imron kepada wartawan, Kamis (22/9/2011).
Selain terpental dan kepalanya jatuh ke aspal, motor korban juga terseret hingga lebih dari 100 meter. Korban tewas kemudian dievakuasi ke RS Muhammadiyah Lamongan sebelum dibawa ke rumah duka.
(fat/fat)











































