Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, kejadian bermula saat korban bernama Suyono (30) warga Desa Temon berangkat dari rumahnya menuju Arjosari. Pria yang bekerja sebagai tukang batu itu sedang mengerjakan proyek pembangunan kecamatan.
Sebelum tiba di lokasi, seorang rekan korban bernama Miswanto menelepon minta bantuan. Pasalnya, sepeda motor miliknya ngadat. Mendengar permintaan rekannya, korban lalu kembali untuk menjemputnya.
Korban lalu berusaha menopang motor Miswanto dengan sebelah kaki dan
bersama-sama menuju tempat kerja. Rupanya di jalan yang mereka lewati, ada pelaku sedang bertugas mengatur lalu lintas. Mengetahui korban melintas tanpa mengenakan helm, pelaku lalu menghampirinya.
Serta merta, bogem mentah melayang ke arah wajah korban. Pukulan bertubi-tubi membuat korban tersungkur. Tak cukup di situ, pelaku yang dikenal sebagai penceramah juga meludahi korban.
"Dikaplok ke tiga kalinya langsung nggeletak. Dia bangun sendiri agak lama sih, langsung dia ngludahin," ujar Bejono (35) saksi mata kepada wartawan di Mapolsek Arjosari.
Mengetahui rekannya menjadi korban pemukulan, puluhan pekerja bangunan itu menghampiri pelaku dan bermaksud mengingatkan. Namun, justru terjadi salah paham.
Alih-alih meminta maaf, pelaku justru terkesan menantang. Tak terima perlakuan pelaku, massa lalu beramai-ramai mendatangi mapolsek.
"Tuntutan kami kalau bisa ada ganti rugi. Keduanya dipecat," tandas Bejono.
Hingga pukul 09.00 WIB, massa masih memadati halaman Mapolsek Arjosari. Kawasan sekitar mapolsek pun mendapat pengamanan ketat. Bahkan satu peleton Pasukan Dalmas Polres Pacitan juga diterjunkan ke lokasi.
(fat/fat)











































