Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, kejadian tersebut bermula saat kendaraan yang dikemudikan Pomo Widodo Partorawito, warga Surakarta, Jawa Tengah melaju dari arah barat. Lantaran menyesuaikan dengan kecepatan ambulans pembawa jenazah di depannya, mobil sarat penumpang itu pun ikut-ikutan berjalan kencang.
Beberapa ratus meter sebelum TKP, HP milik pengemudi berdering. Pria yang membawa penumpang dari Makamhaji, Surakarta tujuan Pemakaman Giri Sampurno, Tanjungsari, Pacitan itu pun menyempatkan diri menerima panggilan tersebut. Celakanya, persis di depannya terdapat tikungan ke arah kanan.
Rupanya, kondisi itu membuatnya terkejut dan tidak sempat mengurangi laju kecepatan kendaraan. Akibatnya, mobil oleng ke kiri dan terguling ke areal persawahan setelah sebelumnya zig-zag di badan jalan. Kendaraan baru berhenti berguling saat posisi roda berada di atas.
"Hasil olah TKP memang pengemudi sempat menginjak pedal rem. Tapi karena kecepatan kendaraan diduga cukup tinggi, akhirnya mobil hilang kendali," terang Banit Laka Lantas Polres Pacitan Aiptu Sri Sadono dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (20/9/2011).
Kecelakaan yang terjadi di jalur Provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pacitan dengan Jawa Tengah dan DIY itu tak ayal menyita perhatian warga sekitar. Mereka berbondong-bondong mendatangi lokasi dan memberikan pertolongan.
Beruntung, ke 7 orang penumpang yang berada di dalam Panther naas tersebut hanya mengalami luka ringan. Bahkan pengemudi tidak mengalami luka sedikit pun. Padahal, atap kendaraan ringsek dan seluruh bagian kaca hancur.
"Saya sudah cek ke puskesmas, semua penumpang dalam kondisi baik. Selanjutnya, mereka meneruskan perjalanan dengan kendaraan lain. Sedangkan kendaraannya akan segera diderek dan dibawa ke Ngadirojo (Kabupaten Wonogiri, red)," papar Sri Sadono.
(bdh/bdh)










































