"Memang sejak muda suka balapan almarhum," ujar Nur Faizah (31), istri korban ditemui di rumah orang tuanya Jalan Ahmad Yani, Kota Malang, Jumat (16/9/2011) malam.
Fauziah mengaku, keinginan dari suaminya mengikuti ajang balap sepeda menuruni perbukitan tingkat nasional itu. Berangkat pukul 07.00 WIB pagi tadi usai mengantar putri sulungnya ke sekolah, korban berangkat bersama team menuju lokasi, karena itu dirinya tak melarang korban berangkat.
"Sejak muda suka balapan," terang istri pengrajin kaca lengkung ini.
Ia juga membantah bahwa korban begadang hingga subuh sebelum balapan. Pasalnya, korban telah tidur sebelum pukul 24.00 WIB.
Ia mengaku, tak ada firasat atau gelagat aneh pada diri korban sebelum mengayuh sepeda di track ekstrem perbukitan Gunung Klemuk, Dukuh Songgokerto, Desa Songgoriti, Kota Batu, itu.
"Biasa saja, tak ada yang aneh," ujarnya.
Hanya saja, lanjut dia, dirinya tetap melaksanakan amanat korban yang telah diutarakan sejak lama, bahwa harus dikebumikan di pemakaman keluarga tak jauh dari rumah orang tuanya.
"Amanat almarhum sejak dulu, hanya mau dimakamkan bersama keluarga. Makanya jenazah kami baru kemari, meskipun kami tinggal di Tlogomas," beber Fauziah.
(fat/fat)











































