Kapolres Batu AKBP Gatot Soegeng Soesanto mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kecelakaan yang menimpa warga Jalan Ahmad Yani Kecamatan Blimbing Kota Malang itu, karena belum bisa disimpulkan penyebab kejadian.
"Kita masih selidiki," kata Gatot ditemui detiksurabaya.com di lokasi kejadian, Jumat (16/9/2011) siang.
Meski begitu, pihaknya meminta panitia menjabarkan jaminan keamanan bagi para peserta, melihat tingkat risiko kecelakaan tinggi pada ajang balap sepeda dengan track menuruni perbukitan itu.
"Apakah panitia telah menyediakan tenaga keamanan di track tertentu yang memiliki risiko tinggi, serta bagaimana kesiapakan mereka dalam memberikan pertolongan kepada peserta yang alami kecelakaan," tegasnya.
Menurutnya, panitia juga harus menerangkan cara bertindak bila mendapat insiden yang menimpa atlet bergabung dengan team XTR itu, melalui keterangan itu dapat diketahui upaya keamanan melakukan evakuasi bagi setiap korban.
"Kita harus tahu bagaimana cara bertindak mereka, apakah sudah tepat," katanya.
Pihaknya juga menunggu hasil penyelidikan serta keterangan sejumlah saksi guna menentukan nasib event seri kelima itu. Karena itu, terlalu dini untuk bersikap keras pada keberlanjutan kejuaran tersebut.
"Belum kita putuskan harus berhenti atau tidak, tunggu hasil penyelidikan," ujar dia.
Ia menambahkan, kelas master yang diikuti korban dengan usia paruh baya itu, seharusnya tak melakoni di track yang mempunyai tingkat risiko sama, meskipun kondisi suku cadang sepeda ataupun kemampuan peserta mampu menaklukkan rute yang ditetapkan.
"Harusnya tidak sama dong," imbuhnya.
Panitia sendiri telah memutuskan menghentikan sementara sesi latihan bagi para peserta kejurnas digelar untuk 13 kelas itu.
"Kita hentikan sementara, karena suasana berkabung," jelas Ketua Panitia Pranama Nugroho secara terpisah.
(fat/fat)










































