"Rencananya begitu, pemkab menjual air curah untuk masyarakat kota," kata Syamsul Hadi Direktur Umum PDAM Kabupaten Malang kepada detiksurabaya.com, Jumat (16/9/2011).
Ia mengungkapkan, air curah yang dijual ke masyarakat Kota Malang itu diambil dari sumber mata air Sumberpitu. Meski begitu rencana penjualan air curah itu dalam tahap penawaran ke Pemerintah Kota Malang.
"Mou tengah digagas, sebulan lagi final," ungkapnya di ujung telepon.
Ia mengaku penyesuaian desaign pengambilan debit air dari sumber mata air Sumberpitu tengah dibahas, rencananya sebanyak 400 liter per detik air diambil untuk air curah dari sumber memiliki debit air sebesar 1.500 liter per detik itu.
"Kemungkinan besar hanya 400 liter yang kita ambil," aku dia.
Ia menambahkan, penjualan air curah itu juga dilakukan dari Sumber Krabyakan berlokasi di Lawang, Kabupaten Malang, dengan sasaran masyarakat Pasuruan serta Sidoarjo. "Sumber Krabyakan akan diperuntukkan sama untuk konsumsi warga Pasuruan dan Sidoarjo," jelasnya.
Menurutnya, penjualan air curah lebih efektif bila dibandingkan membangun kontruksi pasokan air menggunakan pipa, karena beban biaya bisa ditekan. "Itu gagasan dari pak bupati, menjual air curah," bebernya.
Untuk Sumber Krabyakan memiliki debit air sebesar 1.500 liter per detik, lanjut dia, jumlah itu sangat besar melihat belum terjamah pengelolaan air di tempat itu.
Sedangkan, untuk mengatasi pasokan air bersih di wilayah Malang Selatan. Pihaknya telah menggerojok sekitar 20 ribu liter air bersih untuk melayani 1200 Kepala Keluarga (KK). Dua wilayah menjadi sasaran penerimaan air bersih, yakni Kecamatan Pagak dan Kecamatan Gedangan.
"Tiap hari tiga sampai empat tangki. Setiap tangki membawa 5 ribu liter air, untuk mencukupi 300 warga," tuturnya.
(fat/fat)










































