Korban bernama Mulyani, warga Dusun Darpa Desa Karang Nangka Kecamatan Raas Kabupaten Sumenep, Madura.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bapak korban Mas'ad (45), sedang meracik bom ikan di teras rumah korban berukuran cukup besar atau seberat 1 kg obat potasium.
Namun naas, tiba-tiba bom meledak. Korban yang sedang melihat bapaknya membuat bom tewas seketika. Mas'ad yang berprofesi sebagai nelayan juga mengalami luka bakar sekujur tubuhnya. Kedua lengan tangannya hancur lebur.
Keluarga lain yang juga terkena serpihan bom dan mengalami luka bakar yakni kakak kandung korban Ruspandi (24), nenek korban Sahriyah (60) dan ibu korban Massani (40), istri Mas'ad.
Para korban ledakan bom ikan (bondet) tersebut dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis secara intensif. Sedangkan korban tewas rencananya akan dimakamkan pagi ini.
Saksi mata, Moh Akram (42) warga Desa Brakas, Kecamatan Raas, Sumenep mengatakan, bunyi ledakan bom ikan tersebut terdengar hingga radius 7 km.
"Diduga bom ikan itu meledak karena sumbunya diputar terlalu keras oleh pembuat hingga menimbulkan panas. Sehingga meledak," kata Akram, dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (16/9/2011).
Rencananya, Mas'ad akan membuat bom ikan sebanyak 30 buah. Namun, saat meracik bom ikan yang pertama meledak. Akibat ledakan tersebut, 4 rumah tetangga korban mengalami rusak parah. Bagian atap runtuh, kaca jendela pecah dan dinding retak-retak.
Beruntung saat kejadian, Kamis (15/9/2011) malam itu para tetangga sedang tidak di rumah, sehingga korban tewas dan luka hanya menimpa keluarga pembuat bom ikan.
Petugas kepolisian setempat pagi ini sedang melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan sisa-sisa barang bukti di lokasi ledakan bom ikan. Mereka belum memberikan keterangan resmi kepada wartawan.
(fat/fat)











































