Gara-gara Rebutan Cewek, Pelajar dan Mahasiswa Tawuran

Gara-gara Rebutan Cewek, Pelajar dan Mahasiswa Tawuran

- detikNews
Rabu, 14 Sep 2011 16:53 WIB
Gara-gara Rebutan Cewek, Pelajar dan Mahasiswa Tawuran
Kediri - Gara-gara berebut cewek, para pelajar dan mahasiswa terlibat tawuran menggunakan senjata tajam. Akibatnya Joko Susilo (20) warga Kelurahan Kemasan Kota Kediri, luka parah dibacok 7 pemuda saat keluar dari tempat Karaoke NAV di Jalan Panglima Sudirman Kota Kediri.

Kejadian tersebut bermula saat Joko dan dua temannya sedang karaoke di NAV. Namun saat karaoke, teman Joko berselisih dengan seorang pemuda karena masalah berebut perempuan. Saat Joko keluar dari tempat karaoke mencari kopi di depan tempat karaoke, tiba-tiba didatangi 7 pemuda yang mengendarai sepeda motor.

Kemudian salah satu pemuda membacok Joko menggunakan pedang dan mengenai kepalanya hingga terluka parah. Melihat kejadian itu, warga langsung membawa Joko ke RSUD Gambiran Kota Kediri.

"Anak saya hendak melerai temannya yang sedang berselisih, tapi malah anak saya jadi korban," ucap Kasminah (45) Ibu Joko Susilo kepada detiksurabaya.com saat menunggu Joko tergolek lemah, Rabu (14/9/2011).

Sementara dari hasil perawatan di RSUD Gambiran Kota Kediri, akibat luka bacok yang diderita itu Joko mendapatkan 6 Jahitan. Usai mendapat laporan atas kejadian ini, petugas langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku tawuran. Polres Kediri Kota berhasil mengamankan 2 tersangka.

Kedua tersangka yang berhasil diamankan yakni Lutfi warga Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri yang seorang mahasiswa semester 5 Universitas Kadiri dan seorang pelajar SMK Swasta di Kota Kediri berinisal AD warga Kelurahan Bangsal Kota Kediri.

"Penangkapan terhadap kedua tersangka dilakukan di rumahnya masing-masing dan saat ini dalam proses hukum," ungkap AKP Didit Prihantoro Kasat Reskrim Polres Kediri Kota kepada detiksurabaya.com usai memeriksa tersangka.

Sementara untuk tersangka AD yang masih pelajar menjalani proses hukum secara khusus. Motif kejadian itu dikarenakan korban dan tersangka salah paham.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini