Marinir Halau Penambang Liar Emas Dengan Tembakan Peringatan

Marinir Halau Penambang Liar Emas Dengan Tembakan Peringatan

- detikNews
Selasa, 13 Sep 2011 17:36 WIB
Banyuwangi - Ratusan penambang liar yang akan melakukan di kawasan Gunung Tumpang Pitu petak 78 dan 79 dihalau dengan tembajan peringatan oleh personel pusat latihan dan pendidikan tempur marinir di Lampon Desa/Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Saat tembakan peringatan, secara kebetulan 70 polisi dan jajaran dari Polres Banyuwangi, turun dari truk yang juga mengantisipasi penambang liar yang akan masuk ke kawasan milik pengolahan Perhutani Banyuwani Selatan. Penambang liar itu terdeteksi berjumlah sekitar 200 orang yang sudah masuk ke kampung 56.

Sejumlah tembakan ke udara dilakukan oleh 3 personel marinir. Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, ketegangan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa (13/9/2011).

Sebelumnya ada informasi beredar jika massa penambang liar akan masuk, maka polisi dari Polres Banyuwangi dan jajaran bersiaga. Setelah tiba di lokasi yang bertepatan di depan pusat latihan dan pendidikan tempur marinir, dengan membawa 2 truk polisi dikejutkan dengan suara tembakan ke udara.

Usut punya usut, ternyata tembakan itu sengaja dikeluarkan dari pihak marinir. Selain tembakan, polisi juga mendengar suara bentakan agar petugas pergi dari lokasi tersebut. Suara peluit militer juga terdengar dari dalam markas marinir, seolah-olah situasi sedang genting. Setelah para marinir berkonsentrasi di depan markasnya.

"Kami hanya bisa menahan diri agar tidak terpancing situasi," kata seorang perwira dari Polres Banyuwangi yang enggan menyebut nama kepada wartawan di kampung 56 usai kejadian.

Sementara Komandan Marinir Puslatdikpur Karang Tekok Mayor Junaidi saat dikonfirmasi membantah bila anggotanya di Lampon mengusir polisi. Yang terjadi adalah miss komunikasi, karena menyangkut kawasan kesatrian.

"Wah ini salah persepsi mas. Hanya miss komunikasi tentang masuk kesatrian orang, bukan mengusir polisi nge pam. Mohon diluruskan," kata Mayor Junaidi dalam SMS yang diterima detiksurabaya.com pukul 16.04 WIB.

Saat ditanya apakah harus mengeluarkan tembakan, Junaidi mengaku hal itu akan diselidiki. "Kalau yang itu sedang kita cek mas," tambahnya.

Sementara Kapolres Banyuwangi AKBP Rasta Gunawan saat dikonfirmasi enggan berkomentar masalah tersebut. "Tidak perlu dibesar-besarkan, mungkin saja mereka sedang membersihkan senjatanya," tegasnya saat berada di kampung 56.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait