Dari pengamatan detiksurabaya.com, ratusan warga yang terdiri dari pria dan wanita ini mendatangi Balai Desa Sawo. Tanpa orasi, warga langsung memenuhi balai desa dan mencari kades.
Warga menuntut penandatanganan surat agar alat berat yang masuk ke tambang galian C Dusun Sawoan dihentikan. Mereka meminta Kades untuk menandatangani surat tersebut.
Karena menolak menandatangani dan beralasan masih berkoordinasi dengan Muspika, warga kemudian menyandera di dalam ruangannya.
"Kalau tidak ditandatangani, lurah ini disekap sampai nanti saja. Masak tanda tangan nunggu koordinasi dulu," teriak salah satu warga, Rabu (7/9/2011).
Dari pantauan detiksurabaya.com, beberapa saat setelah disandera, petugas Polsek dan Koramil Kutorejo mendatangi lokasi dan mencoba melakukan mediasi warga dan pihak pemerintah desa.
"Bapak-bapak tenang ya. Kita damai saja, semuanya harus dimusyawarahkan," kata Kapolsek Kutorejo, AKP Abdul Manaf kepada massa aksi.
Hingga pukul 14.00 WIB, kades dan Sekdes Sutrisno masih disandera warga. Warga berjanji akan melepaskan penyanderaan jika surat perjanjian penghentian pemasukan alat berat dihentikan oleh pihak pengusaha dan kades.
(fat/fat)











































