"Saya tidak menghitung berapa kerugiannya. Tapi yang saya pikirkan saat itu, bagaimana menyelamatkan Pak Bagong, teman saya yang sudah tua dan penglihatan dan pendengarannya berkurang," ujar pemilik home industry, Trimurti Ningtyas, kepada detiksurabaya.com, Selasa (6/9/2011).
Ningtyas menceritakan, sebelum kejadian itu, dirinya bersama Bagong warga Sidoarjo membersihkan lokasi yang bekas digunakan untuk pembuatan pencetakan fiber tempat penampungan ikan.
Semua potongan kayu maupun triplek yang berserakan dikumpulkan diletakkan di luar. Kemudian, diangkut ke atas becak milik Bagong. Setelah membersihkan lokasi dan dilanjutkan makan siang, Ningtyas meninggalkan lokasi dan pergi ke Surabaya untuk mengambil barang belanjaan anaknya.
"Saya tahunya dikabari tetangga, kalau tempat saya terbakar," tuturnya.
"Saya meminta tolong, karena ada orang yang sudah tua dan pendengaran serta pengelihatannya berkurang, supaya diselamatkan," ujarnya.
Ia menuturkan, di sekitar rumahnya, terhampar tanah kosong yang dipenuhi rumput liar setinggi sekitar 30-40 sentimeter. Dia menduga ada orang yang sengaja membakar rumput ilalang di dekat rumahnya. Dan lokasi rumput yang terbakar untuk ketiga kalinya ini, telah merembet hingga meluluhlantakan lokasi usahanya yang bangunannya terbuat dari kayu dan triplek.
"Kenapa yang dibakar kok dekat rumah saya. Kok nggak di sebalah utara dibakar, tingginya 30-40 sentimeter," ujarnya.
Home industry pencetakan fiberglass itu beroperasi sejak Juni 2011 dan mengerjakan 3-4 pekerja. Selama beroperasi, pihaknya sudah diingatkan oleh warga sekitar, agar tidak membuka usaha di perumahan. Kemudian, mulai awal puasa sampai sekarang, pihaknya menutup lokasi tersebut dan berencana akan mencari ke lokasi pergudangan di kawasan lingkar timur Sidoarjo.
"Namanya manusia ada pro ada yang kontra. Padahal bukan pabrik besar. Kecuali kalau besar pak, saya nggak mungkin ke situ," ujarnya.
"Saya tidak mau menuduh siapa. Saya sudah dimintai keterangan polisi dan semua apa ada adanya saya sampaikan ke polisi," jelasnya.
(bdh/bdh)











































