Sopir Bus Baruna Seruduk Rumah dan Bengkel Diduga Ngantuk

Mudik Lebaran 2011

Sopir Bus Baruna Seruduk Rumah dan Bengkel Diduga Ngantuk

- detikNews
Minggu, 28 Agu 2011 18:00 WIB
Sopir Bus Baruna Seruduk Rumah dan Bengkel Diduga Ngantuk
Mojokerto - Kecelakaan Bus Baruna dari Jombang mengarah ke Surabaya yang menyeruduk dua rumah, satu bengkel motor dan jembatan di Jalan Raya Mojokerto-Jombang, diduga sopir mengantuk.

Olah TKP polisi menemukan, sebelum menabrak, bus sempat menabrak dua motor yang diparkir.

"Dugaan kuat sopir bus ini mengantuk saat melaju cukup kencang ke arah Surabaya. Bus ini juga sempat menyeret dua motor," kata Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Samirin saat dihubungi detiksurabaya.com di lokasi Dusun Jati Sumber Desa Watesumpak Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Minggu (28/08/2011).

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, bus yang dikendarai oleh Supardianto (47) asal Desa Cangkreng Kecamatan Semen, Kediri ini berjalan dari arah barat dengan kecepatan tinggi. Selanjutnya, roda bus naik trotoar dan menabrak dua patung ukuran besar.

Setelah menabrak patung ukuran besar ini, sopir yang diduga mengantuk mengantuk, langsung melibas lima patung ukiran Buddha ukuran besar dan sepeda motor Shogun nopol S 5824 RD serta Supra X nopol S 2723 SA yang sedang diparkir di depan warung sate tersebut.

Karena tak terkontrol, bus menabrak warung sate milik Sarmi (50) dan warung makan milik Suparti (55). Serta bengkel milik Supono (55).

"Karena sopir sudah tidak bisa menguasai laju bus, dua warung dan sebuah las dodog di sebelah Utara jalan ditabraknya." ujarnya.

Tak hanya dua unit motor, dua warung dan satu bengkel saja yang ringsek ditabrak bus ini, truk dan dua Col Diesel milik Supono juga ikut tertabrak dan ringsek. Laju bus bisa berhenti saat menabrak pagar jembatan berukuran besar.

"Untuk korban jiwa nihil, yang ada hanya anak pemilik bengkel berumur 5 tahun dan orangtuanya mengalami patah tulang san sudah dirawat di RSI Sakinah Sooko," tandas Samirin.

Akibat kejadian ini, laju lalu lintas sempat tersendat hampir 30 menit. Pemudik dari dua arah ini banyak yang mengurangi kecepatan kendaraannya untuk melihat kepala bus yang ringsek. Beberapa petugas dari Polsek dan Polres Mojokerto langsung mengatur jalan.


(fat/fat)
Berita Terkait