Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang M. Fauzi mengatakan, masing-masing puskesmas menerima sebanyak 10 kilogram kaporit, sebagai persiapan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) diare atau gangguan pencernaan lain.
"Jumlah puskesmas di wilayah kami 390 kilo," terangnya saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Jumat (26/8/2011).
Ia mengungkapkan, diare dengan jumlah penderita banyak selalu menyerang warga pada lebaran sebelumnya, Untuk itu sebagai kesiapan stok kaporit didistribusikan ke seluruh puskesmas, agar mempermudah penyampaian ke masyarakat.
"Diare menjadi langganan setiap tahun, dan menyerang secara massal," ungkap Fauzi.
Sesuai fungsinya kaporit digunakan bersama air bersih yang akan dikonsumsi di lingkungan tempat tinggal warga, 10 kg kaporit dianggap cukup, sebagai penanganan awal. "Biar cepat, memberi air sehat kepada warga," ujarnya.
Fauzi menambahkan, gangguan pencernaan bakal menyerang ketika konsumsi
makanan yang masuk tak dapat ditoleransi, dan diare kemudian muncul.
"Biasa makan teratur, kemudian dipuaskan dengan berlebih, pencernaan tak bisa menoleransi," imbuhnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar menghindari makanan bergurih, agar selamat dari serangan gangguan pencernaan. "Juga hindari makanan yang gurih," katanya.
(fat/fat)











































