Aksi pelemparan Sulianto diketahui saat KA Penataran melintas di jalur rel KA Malang-Blitar atau tepatnya di Sunan Ampel Legok Kidul, Desa Sukoharjo Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (25/8/2011).
Kepala Polsuska Sodik menceritakan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari kesengajaan masinis KA Penataran Jurusan Blitar-Surabaya menghentikan laju KA di tempat kejadian. Karena di tempat itu seringkali terjadi aksi pelemparan pada setiap kali KA melintas.
"Sebelumnya masinis ada yang mengalami luka pada pelipis matanya akibat pelemparan," ujarnya kepada wartawan di Stasiun Besar Malang Jalan Trunojoyo, Kamis (25/8/2011).
Ia menjelaskan, tanpa diduga muncul empat pelaku yang kemudian menghujani gerbong dengan bongkahan batu, petugas yang telah siaga selanjutnya mengejar para pelaku. "Sayang hanya satu yang tertangkap," ujarnya.
Meski demikian, pihaknya terus memburu para pelaku dibantu oleh aparat keamanan setempat. Dari peristiwa itu, sejumlah kaca gerbong KA pecah akibat dilempar batu, untungnya tak menimbulkan korban luka.
Sementara dari keterangan pelaku, aksi pelemparan itu dilakukan karena iseng saat berada di pinggiran rel kereta. "Pelaku dengan enteng menjawab hanya iseng," ungkapnya.
Meski begitu, dengan menyerahkan Sulianto kepada aparat kepolisian akan diketahui motif yang sebenarnya. "Semoga bisa terungkap pelaku lain," harapnya.
(fat/fat)











































