"Tadi kita dibantu Polsuska menyusuh mereka turun dari KA tapi menolak, padahal tak ada tiket. Kita paksa mereka turun," kata Ipda Kristo Tamba, Danton (komandan peleton) Den A Pelopor Sat Brimobda Polda Jatim kepada detiksurabaya.com di lokasi, Rabu (24/8/2011).
Menurut Kristo, puluhan bonek ini berasal dari Kediri, Nganjuk dan Jombang. Setelah menumpang kereta dari daerah asalnya, mereka turun di Stasiun Mojokerto. Setelah itu mereka berniat ke Surabaya dengan menaiki KA Arek Surokerto tanpa tiket.
"Tadi saat KA hendak berangkat, puluhan bonek ini berteriak-teriak seperti jagoan. Pedagang dan beberapa pemumpang ketakutan dan keluar stasiun," kata Hikmawan (34), salah satu saksi mata di lokasi.
Saat melihat ada kegaduhan dalam kereta ini, anggota Brimob yang bersenjata lengkap dibantu dengan anggota Polresta Mojokerto ini langsung mendatangi mereka. Meskipun disuruh untuk keluar dari gerbong KA, puluhan bonek ini membangkang.
"Tadi sempat terjadi adu mulut dengan polisi. Kemudian kita tindak tegas," ujarnya
Setelah berhasil dikeluarkan dari KA, puluhan bonek ini langsung berbondong-bondong keluar dari stasiun. Pengamatan detiksurabaya.com, saat sampai di jalan raya, kendaraan yang melintas pinggirkan dengan cara menyabeti kaca dengan atribut bonek.
"Kita akan terus mengawal ketat arus mudik ini. Tanpa tiket, penumpang akan diturunkan. Apalagi bonek yang buat kegaduhan tadi," pungkas Krsito.
(bdh/bdh)











































