Mereka Ichwanto (68) dan putranya Faris Erfandi (25). Ichwanto mengalami luka cukup serius di bagian tangan serta pelipis dan harus dilarikan ke rumah sakit, sedangkan anaknya hanya luka akibat sabetan parang pelaku di bagian tangannya.
Duel berdarah berawal dari korban akan berangkat kerja. Saat membunyikan sepeda motornya, pelaku yakni Hadi Sunarto (60) langsung menghampiri korban dengan menggengam sebilah parang. Diduga bunyi motor korban memancing emosi pelaku untuk mengajak duel.
Tanpa banyak bicara, pelaku langsung membabi buta menyerang korban hingga terperosok ke tanah, Faris Erfandi melihat ayahnya diserang ia mencoba untuk membantu dengan memegangi kedua tangan pelaku, upaya itu langsung memancing Nasrul (30), putra pelaku ikut memukuli kedua korban.
"Bapak langsung diserang tanpa alasan jelas, saya berusaha membantu, malah dikeroyok," kata Faris kepada wartawan di RSU dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Ia mengaku berniat untuk melerai perkelahian itu dengan menghalangi aksi brutal pelaku. Tapi usaha itu malah memancing putranya ikut menggeroyok. "Anaknya juga ikut membantu," akunya.
Puas menganiaya kedua korban, kedua pelaku kemudian meninggalkan mereka terkapar di jalan kampung. Perkelahian ini berakhir setelah warga melaporkan kejadian itu kepada polisi. Petugas yang datang ke lokasi kejadian kemudian mengamankan bapak anak tersebut.
Menurut keterangan warga, kedua pelaku dikenal sebagai preman kampung yang seringkali berbuat arogan serta mengancam para tetangga.
"Sehingga warga banyak menghindari untuk berhadapan dengan pelaku," ujar Yahya (45), warga setempat.
Hadirnya polisi mengamankan pelaku disambut gembira warga, dikarenakan ada hukuman setimpal atas perbuatan kasar pelaku.
(fat/fat)











































