"Mulai hari ini digunakan. Pada prinsipnya jalan arteri porong ini dimanfaatkan hanya pada saat darurat," kata Soekarwo, saat meninjau arteri Porong, Senin (22/8/2011).
Menurut Soekarwo, pada dasarnya jalan arteri sepanjang 71 kilometer ini belum selesai dikerjakan, karena baru 58 persen siap dilewati. Untuk itu, kendaraan yang diperbolehkan melewati arteri Porong hanya kendaraan roda empat pribadi dan sepeda motor.
Selain itu tambah pria yang biasa disapa Pakde Karwo, idealnya jalur arteri Porong hanya digunakan untuk satu arah. "Akan digunakan 2 arah apabila kondisi gempol pasuruan macet," ujar Soekarwo.
Dari pengamatan detiksurabaya.com di lapangan, kondisi jalan arteri Porong sepanjang 71 kilometer, 58 persen sudah dicor dan 42 persen masih dalam keadaaan pasir batu (sirtu).
Selain itu, kondisi jalur ini apabila malam terlihat gelap karena belum dilengkapi dengan lampu penerangan. Untuk penanda tepi jalan hanya diberikan skotlet yang dipasang darurat di kayu.
Selain itu, apabila siang hari jalanan akan berdebu apabila dilewati kendaraan dengan kecepatan tinggi. Untuk itu, BPLS akan berusaha melakukan penyemprotan agar nantinya kondisi jalan tidak berdebu apabila dilewati kendaraan.
Untuk menggunakan arteri Porong, bagi Anda dari arah Surabaya akan menuju Pasuruan bisa melewati tol Surabaya-Porong. Setelah itu turun di pintu keluar tol Porong dan masuk kembali ke tol arah menuju Surabaya.
Setelah itu, sekitar 100 meter dari pintu tol Porong, Anda bisa belok kanan mengarah ke artei Porong, dan keluar di Gempol, Pasuruan.
(bdh/bdh)










































