Kepala Kantor Peternakan Kabupaten Lumajang drh Gatot Subiyantoro membenarkan penemuan petugas tersebut. Munculnya cacing hati itu lantaran pedagang menyimpan daging yang tidak terjual dalam sehari, tanpa menjaga kesegaran daging.
"Kebanyakan temuan daging telah tercemar cacing hati diketahui oleh pedagangnya. Namun, para pedagang enggan rugi hingga tidak memusnahkan daging yang tidak layak konsumsi ini, untuk tetap dijual kepada masyarakat," kata Gatot saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Sabtu (20/8/2011).
Dengan penemuan daging bercacing, pihaknya akan melakukan pemantauan dan menindaklanjuti saat jam kerja.
Sementara, kata dia, belum ada penemuan daging gelonggong atau daging busuk di Pasar Lumajang. Sedangkan untuk harga daging sapi relatif stabil antara Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu.
Selama ramadan dan menjelang lebaran, permintaan daging meningkat 100 persen. Diprediksi peningkatan mencapai 3 kali lipat menjelang lebaran.
"Jika hari bisa, kebutuhan daging bisa terpantau di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang memotong 10 ekor sapi. Namun awal ramadan terjadi peningkatan dua kali lipat atau 100 persen menjadi 20 ekor smapai 21 ekor. Nanti, saat H-7 lebaran, akan meningkat lagi smapai 3 kali lipatnya karena kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi," urainya.
Untuk pengiriman sapi potong ke luar wilayah Kabupaten Lumajang, juga ikut meningkat. Jika setiap hari pasaran peternak di Lumajang mengirim 1 truk gandeng sapi potong ke luar daerah, kini bisa mencapai 2 truk gandeng.
"Pengiriman itu dilakukan setiap hari pasaran, Rabu dan Jumat," pungkasnya.
(fat/fat)











































