Dari pantauan detiksurabaya.com di lokasi kejadian, ada empat anggota tim labfor di lokasi kejadian. Selain itu, Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur serta Setda juga datang ke lokasi.
"Setelah datang ke lokasi tim forensik lengsung mengidentifikasi truk nopol AG 8076 UD," kata AKP Samirin kepada wartawan di lokasi, Senin (15/8/2011).
Kasat Lantas Polres Mojokerto menambahkan, meski saat ini telah dilakukan identifikasi pada lokasi kejadian, namun diprediksi hasilnya baru diketahui dua hari kemudian.
"Ini harus sangat teliti, sebab memakan korban banyak. Lima hari kita prediksi selesai," ujarnya.
Empat tim ini langsung memeriksa satu persatu puing-puing truk yang protol. Selanjutnya, mereka juga memeriksa darah, serpihan pakaian dan alas kaki para korban yang tercecer di sekitar truk yang terguling ini. Beberapa lokasi juga diberi nomer iden sebagai alur kejadian.
Sementara kondisi sopir truk, Ibnu Abas yang semula dikabarkan sudah bisa diperiksa, saat ini kembali harus dirawat karena sakit di kepalanya kambuh lagi.
"Jika dua hari lagi sopir belum bisa dimintai keterangan, proses identifikasi akan memakan waktu lama lagi. Saat ini sakitnya kambuh lagi," imbuhnya.
Selain karena sopir belum bisa dimintai keterangan juga karena pihaknya menunggu hasil identifikasi dari tim Lab Forensik Cabang Surabaya. Diperkirakan dibutuhkan 5 hari untuk mengetahui penyebab kecelakaan maut.
"Penyebab masih dipelajari. Untuk dugaan sementara rem blong, tapi kita tetap menunggu teknisi dari Lab Forensik. Yang pasti truk ini bukan untuk muat orang, tapi barang. Ini letak kesalahannya," pungkasnya.
(fat/fat)










































